ETNOBOTANI TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT BERDASARKAN PENGETAHUAN LOKAL PADA SUKU JAWA DI DESA SUKAREJO KECAMATAN LANGSA TIMUR TAHUN 2016

  • Elfrida Elfrida UNSAM
  • Nursamsu Nursamsu
  • Marfina Marfina
Keywords: Etnobotani, Tumbuhan berkhasiat obat, Pengetahuan Lokal, Suku Jawa

Abstract

Etnobotani adalah ilmu yang mempelajari tentang pemanfaatan tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat suku bangsa. Tumbuhan berkhasiat obat telah lama digunakan masyarakat tradisional, salah satunya masyarakat Suku Jawa di Desa Sukarejo Kecamatan Langsa Timur dalam penyembuhan berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada etnobotani tumbuhan berkhasiat obat berdasarkan pengetahuan lokal pada Suku Jawa dan mengetahui jenis tumbuhan berkhasiat obat yang digunakan oleh masyarakat Suku Jawa di Desa Sukarejo Kecamatan Langsa Timur Tahun 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh KK Suku Jawa yaitu 225 KK (Kepala Keluarga) dan pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode Purposive sampling, sehingga didapatkan sebanyak 15 responden sebagai sampel. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif digunakan untuk mengetahui penggunaan tumbuhan berkhasiat obat yang digunakan Suku Jawa di Desa Sukarejo dengan wawancara, sedangkan metode kuantitatif digunakan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan berkhasiat obat dari hasil wawancara. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 20 jenis tumbuhan berkhasiat obat yang digunakan oleh masyarakat Suku Jawa di Desa Sukarejo, Kec.Langsa Timur yaitu kunyet, jae, kencor, temu lawak, pacar kuku, kemangi, jeruk nipes, kates, kelopo, jambu klutok, pisang monyet, lidah buaya, kapok, katuk, bluntas, sirih, beras, laos, bamban dan pace. Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat terdiri dari Akar (8,33%), rimpang (20,83%), daun (45,83%), buah (20,83%) dan biji (4,17%). Jenis penyakit yang dapat diobati dengan tumbuhan berkhasiat obat tersebut yaitu penyakit kronik (15%), penyakit menular (25%), penyakit tidak menular (25%) dan perawatan kesehatan (35%). Berdasarkan analisis persentase jenis tumbuhan obat, maka tumbuhan obat yang memiliki nilai persentase tertinggi adalah kunyet dan kencor, masing-masing sebesar 93,33%, sedangkan analisis persentase bagian tumbuhan berkhasiat obat tertinggi yang digunakan adalah Daun sebesar 45,83% dan analisis penyakit yang diobati dengan tumbuhan berkhasiat obat yang tertinggi adalah perawatan kesehatan sebesar 35%.

Published
2018-06-05
Section
Articles